
Legenda Gary Neville mengungkap satu momen yang membuatnya yakin Arsenal tidak akan menjuarai Liga Inggris musim 2025/2026. Momen itu terjadi setelah kekalahan 1-2 dari Manchester City yang menjadi titik balik dalam perebutan gelar musim ini.
Dalam pertandingan tersebut, Arsenal sebenarnya sempat tampil menjanjikan dan bahkan unggul lebih dulu. Namun, City menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan di babak kedua. Kekalahan ini bukan hanya soal kehilangan tiga poin, tetapi juga soal hilangnya momentum penting yang selama ini mereka bangun.
Bagi Neville, kekalahan di laga sebesar itu memberikan dampak psikologis yang sangat besar. Ia menilai bahwa pertandingan tersebut bukan sekadar hasil buruk, tetapi juga menjadi sinyal awal runtuhnya kepercayaan diri tim dalam menghadapi tekanan perebutan gelar.
Gestur Declan Rice Jadi Sorotan
Neville secara khusus menyoroti reaksi Declan Rice setelah pertandingan berakhir. Gelandang Arsenal itu terlihat memberikan semangat kepada rekan-rekannya dengan mengatakan bahwa perjuangan belum selesai, meskipun tim baru saja mengalami kekalahan menyakitkan.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
Namun, menurut Neville, gestur tersebut justru menunjukkan hal yang berbeda. Ia melihat adanya keraguan dalam ekspresi Rice, seolah-olah kata-kata optimisme itu tidak sepenuhnya selaras dengan kondisi mental yang sebenarnya dirasakan oleh tim.
Bahasa tubuh pemain dalam situasi seperti ini, menurut Neville, sering kali menjadi indikator penting. Ia percaya bahwa tim yang benar-benar yakin biasanya menunjukkan keyakinan tanpa keraguan, sementara respons seperti yang ditunjukkan Rice bisa menjadi tanda bahwa tekanan sudah mulai memengaruhi mental skuad.
Baca Juga:Â Tiga Pemain Arsenal Mundur dari Tugas Internasional Usai Kekalahan di Final
Dukungan yang Berubah Jadi Keraguan

Menariknya, Neville sebenarnya bukan sosok yang sejak awal meragukan Arsenal. Ia bahkan mengaku berharap tim asuhan Mikel Arteta tersebut bisa meraih gelar musim ini setelah menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, performa Arsenal belakangan ini mulai menurun. Dengan hanya satu kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi, konsistensi yang sebelumnya menjadi kekuatan utama mereka mulai menghilang. Situasi ini membuat Neville mengubah pandangannya.
Pendapat Neville juga mendapat dukungan dari Ian Wright. Ia menilai bahwa momen emosional seperti yang ditunjukkan Rice bisa dimanfaatkan oleh lawan, terutama tim berpengalaman seperti Manchester City, sebagai tanda bahwa Arsenal mulai kehilangan kepercayaan diri.
Guardiola Melihat Sisi Berbeda
Di sisi lain, pelatih Pep Guardiola justru memiliki pandangan yang berlawanan. Ia mengaku menyukai reaksi Rice dan melihatnya sebagai simbol semangat juang yang masih hidup dalam skuad Arsenal.
Menurut Guardiola, respons tersebut menunjukkan bahwa Arsenal masih memiliki mentalitas kompetitif yang kuat. Ia bahkan menilai bahwa tanpa karakter seperti itu, Arsenal tidak mungkin mampu bersaing di papan atas dan tampil konsisten sepanjang musim.
Meski kini berada di bawah tekanan dan tertinggal dalam klasemen, peluang Arsenal sebenarnya belum sepenuhnya tertutup. Dengan beberapa pertandingan tersisa, persaingan masih sangat terbuka, dan segala kemungkinan bisa terjadi hingga pekan terakhir. Ikuti terus perkembangan informasi Arsenal menarik yang kami suguhkan dengan akurasi dan detail penjelasan lengkap di arsenalnetwork.net.