Cedera mengerikan yang dialami Eduardo da Silva dalam pertandingan antara Arsenal dan Birmingham City pada tahun 2008 menjadi salah satu momen paling mengerikan dalam sejarah Liga Primer Inggris.
Namun, cedera itu hanyalah salah satu dari sekian banyak tantangan fisik yang harus dihadapi pemain depan berbakat asal Kroasia-Brasil ini sepanjang kariernya. Mari kita telusuri lebih dalam tentang cedera-cedera yang menghantui Eduardo, dampaknya, dan bagaimana ia berjuang untuk bangkit kembali.
Cedera Horor di Birmingham
Pada tanggal 23 Februari 2008, dalam pertandingan yang seharusnya menjadi momen penting dalam perebutan gelar juara Arsenal, Eduardo mengalami patah tulang fibula dan dislokasi terbuka pada pergelangan kaki kirinya setelah tekel dari Martin Taylor. Cedera itu begitu mengerikan sehingga Sky Sports, yang menyiarkan pertandingan tersebut secara langsung, memutuskan untuk tidak menayangkan ulang insiden itu.
Arsene Wenger, manajer Arsenal saat itu, awalnya menyerukan larangan seumur hidup untuk Taylor. Meskipun kemudian menarik kembali komentarnya, kemarahan dan kekhawatiran yang dirasakan Wenger mencerminkan betapa seriusnya cedera tersebut. Eduardo segera dilarikan ke Rumah Sakit Selly Oak di Birmingham, di mana ia menjalani operasi.
Gilberto Silva, yang fasih berbahasa Portugis dan Inggris, berperan penting dalam menerjemahkan komunikasi antara Eduardo dan tim medis.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Baca Juga: Prabowo: Saya Dukung, Timnas Indonesia Garuda Harus Masuk Piala Dunia!
Dampak Fisik dan Mental yang Mendalam
Cedera tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik yang parah, tetapi juga berdampak besar pada mental Eduardo. Ia harus menjalani rehabilitasi selama hampir satu tahun sebelum bisa kembali bermain. Setelah kembali, Eduardo mengakui bahwa ia kesulitan untuk mendapatkan kembali performa terbaiknya karena cedera otot yang terus-menerus.
“Ketika saya kembali, saya merasa sulit untuk mendapatkan kembali performa saya, karena saya menderita banyak cedera otot,” kata Eduardo. “Saya akan merasakan hamstring, otot punggung saya, dan butuh 18 bulan untuk kembali ke kondisi terbaik saya.”
Selain itu, cedera tersebut menimbulkan keraguan di benak orang lain. Eduardo merasa bahwa setiap kali ia melewatkan peluang atau gagal dalam tantangan, orang akan berasumsi bahwa ia tidak lagi sama seperti dulu. “Jika saya melewatkan peluang, atau sebuah tantangan, orang akan berkata, ‘Oh, dia tidak sama lagi’,” kenang Eduardo. “Selalu ada tanda tanya dari semua orang.”
Perjuangan Untuk Bangkit Kembali
Meskipun menghadapi tantangan yang berat, Eduardo menunjukkan ketabahan yang luar biasa dalam upayanya untuk kembali ke lapangan. Setelah menjalani rehabilitasi yang panjang, ia akhirnya kembali bermain pada 16 Februari 2009, dalam pertandingan Piala FA melawan Cardiff City. Dalam pertandingan itu, ia mencetak gol dan mengonversi penalti, membuktikan bahwa semangatnya tidak pernah padam.
Namun, kembalinya Eduardo tidak berjalan mulus. Dalam pertandingan yang sama, ia mengalami cedera hamstring yang membuatnya harus absen lagi. Meskipun demikian, ia tidak menyerah dan terus berjuang untuk mendapatkan kembali performa terbaiknya.
Cedera-Cedera Lain yang Menghantui Kariernya
Cedera di Birmingham bukanlah satu-satunya kemunduran fisik yang dialami Eduardo sepanjang kariernya. Sejak awal kariernya di Dinamo Zagreb, ia sudah sering mengalami cedera. Meskipun detail spesifik tentang cedera-cedera ini tidak disebutkan, fakta bahwa ia “menderita beberapa cedera di awal kariernya” menunjukkan bahwa tubuhnya rentan terhadap masalah fisik.
Setelah pindah ke Shakhtar Donetsk pada tahun 2010, Eduardo terus berjuang dengan cedera. Pada tahun 2018, saat bermain untuk Legia Warsaw, ia mengalami masalah cedera yang membuatnya kesulitan untuk tampil secara konsisten. Bahkan, ia dikeluarkan dari daftar pemain yang didaftarkan untuk Ekstraklasa (liga utama Polandia) agar memberi ruang bagi pemain baru.
Demikian informasi terbaru seputar, cedera mengerikan Eduardo da Silva di sepanjang kariernya, yang telah di berikan oleh ARSENAL NETWORK.